Sebuah Perjalanan Cinta, Waktu dan Pertumbuhan
Aku nonton rangkaian film Dilan 1990, Dilan 1991, Milea : Suara dari Dilan lalu Ancika 1995.
Menyusuri perjalanan panjang tentang cinta yang tumbuh, lalu menemukan takdirnya masing-masing
Sejak pertemuan pertama dilan dan milea di tahun 1990 aku diajak dalam suasana bandung tempo dulu yang hangat, meski aku gapernah ke bandung😭🤏
Penuh motor, hujan dan rangakain kata manis khas dilan. Di film pertama kisah mereka ditampilkan begitu lembut anak muda yang merasakan jatuh cinta dengan cara paling sederhana dan paling membekas, memasuki film kedua dilan 1991 mulai merasakan bahwa hubungan tak hanya soal rasa suka, tapi juga soal memahami dunia masing-masing.
Milea suara dari dilan, ibarat diberi kesempatan buat dengar langsung dari dilan tetang sebenarnya apa yang dia rasakan.
Ancika 1995 nunjukkin kalau meskipun patah hati, orang tetap bisa jatuh cinta lagi, tapi bukan berarti melupakan yang dulu, tapi lebih menerima bahwa hidup terus berjalan.
Walaupun aku menonton dan berusaha menikmati cerita dari keempat film dilan, ada beberapa bagian yang bikin aku kurang suka, tapi filmnya engga jelek hanya saja aku kurang tertarik untuk menontonnya😭
Di dilan 1990 aku kurang suka kadang di beberapa dialognya terlalu puitis dibuat-buat
Di dilan 1991 konfliknya terasa berulang kayak milea marah dilannya diam, mereka baikan terus berantem lagi, pusing saya.
Di milea : suara dari dilan, narasinya terlalu panjang, kayak lagi dengarin orang curhat tanpa jeda
Ancika 1995, ancika emosinya naik turun cepat sekali
Komentar
Posting Komentar