Lorong Perasaan
Tokoh
Gelisah : selalu ingin pergi tapi tidak tahu ke mana.
Keyakinan : penjaga lorong yang sok tahu dan misterius.
Bayang Rindu : muncul-menghilang, bicara seolah tahu masa depan.
Adegan 1 Lorong Lampu berkedip
Lorong panjang, Semua pintu tampak sama.
Gelisah berjalan sambil membawa kertas kosong.
Gelisah : Aku sudah berjalan lama… tapi entah
untuk apa. Setiap langkah terasa bukan milikku.
Keyakinan muncul tiba–tiba.
KeyakinanKalau tersesat, bukalah pintu mana pun.
Gelisah : Semua pintu sama. Aku takut memilih yang salah.
Keyakinan : Tidak ada yang benar, tidak ada yang salah. Yang ada hanya… memilih atau berhenti.
Adegan 2 Bayang Rindu Cahaya menggelap. Bayang Rindu bergerak sendiri di lantai.
Bayang Rindu : Kamu lagi-lagi terjebak di antara ingin pergi dan ingin kembali
Gelisah : Kamu cuma bayang. Jangan sok tahu.
Bayang Rindu : Justru karena aku bayang, aku
mengikutimu ke mana pun.Termasuk ke tempat yang kamu coba lupakan.
Gelisah menatap kertas kosongnya.
Adegan 3 Pintu yang Terkunci
Gelisah mencoba satu pintu. Tidak bisa dibuka Pintu kedua. Terkunci, Ketiga. Juga terkunci
Gelisah : Apa gunanya pintu kalau semuanya tertutup ?
Keyakinan : Pintu yang tertutup itu tanda kamu masih hidup, Kalau semuanya terbuka… kamu tidak akan tahu mana yang penting.
Bayang Rindu : Atau mungkin sejatinya kamu takut semua pintu bisa dibuka.
Adegan 4 Kertas Kosong
Gelisah duduk, putus harapan.
Gelisah : Kertas ini kosong, Sama seperti jawabanku, Aku bahkan tidak tahu apa yang kuinginkan.
Bayang Rindu : Karena kamu menunggu jawaban dari dunia,padahal jawabannya dari kamu.
Keyakinan : Tulislah satu kata saja, Itu cukup untuk membuat pintu muncul.
Gelisah menarik napas, Menulis:“Berani.”
Adegan 5 Pintu Baru Sebuah pintu muncul begitu saja di dinding
Keyakinan : Itulah pintumu, tidak semua pintu hadir untuk semua perasaan.
Bayang Rindu : Kalau kamu melangkah… aku ikut. Kalau kamu berhenti… aku diam.
Aku bayangmu, bukan penjaramu.
Gelisah berdiri, meraba pintu baru itu.
Gelisah : Aku tidak tahu apa yang menunggu.
Keyakinan: Tidak perlu tahu. Kadang pintu dibuat
untuk dibuka dulu, dipahami belakangan
Gelisah membuka pintu, cahaya putih menyala.
Gelisah masuk, pintu tertutup, lampu padam.
Selesai.
Komentar
Posting Komentar