Bangku Panjang di Tepi Kampus



Tokoh :

Rani (mahasiswi rajin, agak perfeksionis)

Dika (mahasiswa santai, humoris)

Sinta (teman mereka, pendiam tapi bijak)


Latar :
Sore hari di bangku panjang dekat taman kampus, setelah selesai kuliah.


Dialog :

(Rani duduk sambil membuka catatan kuliah, wajahnya serius. Dika datang dengan membawa es teh plastik dan langsung duduk di sebelahnya. Sinta menyusul dengan buku di tangan.)

Dika: (sambil minum)
Aduh, capek banget. Dosen tadi kayak maraton ngomong, aku cuma nangkep “selamat pagi” sama “terima kasih”.

Rani: (melotot sedikit)
Ya ampun, Dik. Itu kan materi penting. Kalau kamu nggak nyatat, besok pas ujian bisa blank.

Sinta: (duduk di samping Rani, tersenyum)
Tenang, Ran. Mungkin gaya belajarnya Dika beda. Kan ada yang suka nyatat, ada yang lebih suka dengar.

Dika: (mengangkat tangan ke Sinta)
Nah, setuju! Lagian aku bisa minjem catatan kamu, Ran. Catatanmu udah kayak kitab suci mahasiswa.

Rani: (menghela napas, menutup bukunya)
Kalian tuh ya... selalu santai. Aku capek kalau harus jadi yang paling serius sendirian.

Sinta: (lembut)
Ran, serius itu bagus, tapi jangan sampai kamu sendiri yang terbebani. Kita kan di sini sama-sama belajar.

Dika: (mencondongkan badan, bercanda)
Iya Ran, kalau kamu terlalu serius, nanti cepat tua loh. Lihat aku, awet muda karena santai.

Rani: (tersenyum kecil, akhirnya ikut tertawa)
Ya udah deh, mungkin aku harus belajar santai dikit. Tapi ingat, Dik, jangan cuma modal “selamat pagi” sama “terima kasih” aja ya.

Dika: (menirukan gaya dosen)
“Selamat pagi mahasiswa, hari ini kita belajar... skip... skip... Terima kasih.”

(Mereka bertiga tertawa bersama. Suasana sore di kampus terasa hangat dan penuh persahabatan.)
   
                                     Selesai



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sefruit kelompok 10